Bahasa  
Website resmi Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB

Pencarian

triangle

Berita

Keadilan Gender untuk Semua dalam Webinar Softskill Living In Present (LIPS) 2021

  • 1 Oktober 2021
  • Terakhir diubah pada 1 Oktober 2021

Keadilan Gender untuk Semua dalam Webinar Softskill Living In Present (LIPS) 2021 

 

 

Departemen Biologi dan Departemen Kimia bersama dengan  Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) dan Ikatan Mahasiswa Kimia (IMASIKA) FMIPA IPB  University kembali mengadakan Webinar Peningkatan Softskill Living In Present (LIPS) bertopik “Gender Equality: Equality in Indonesia,” pada Sabtu, 18 September 2021 
Materi webinar dibawakan oleh Bapak Nur Hasyim, MA, seorang trainer dan researcher dengan pengalaman lebih dari 15 tahun menangani isu tentang gender, maskulinitas, dan kekerasan berbasis gender khususnya di Indonesia. Beliau menyampaikan tiga poin utama yaitu kondisi kesetaraan gender di Indonesia, dampak keadilan dan kesetaraan gender, serta hal-hal yang perlu dilakukan dalam menghadapi ketidakadilan gender.


Hal yang menarik dalam pembahasan ini adalah, isu kesetaraan gender tidak hanya dilihat dari sisi perempuan, namun juga laki-laki. Materi diawali dengan ilustrasi tentang situasi netral gender/gender blind, gender equity (kesetaraan gender), dan gender justice (keadilan gender). 
“Apakah kesetaraan dan keadilan gender hanya menguntungkan perempuan? Saya katakan dengan jelas dari awal bahwa ini untuk kita semua,” ujar Bapak Nur Hasyim saat hendak memaparkan mengenai pengaruh keadilan dan kesetaraan gender terhadap kesehatan fisik serta mental perempuan dan laki-laki.
Topik kali ini memberikan pemahaman bahwa ketidakadilan gender muncul dari struktur sosial pada masyarakat, dan untuk mencapai keadilan, struktur ini perlu dirubah. Kita perlu membangun keyakinan dari diri sendiri dan mewujudkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Tidak diam saat melihat ketidakadilan menjadi poin penting. Ketidakadilan gender jangan sampai dinormalisasi. Terakhir, tindakan konkret perlu dilakukan, contohnya dengan membuka percakapan tentang kesetaraan dan keadilan gender. Hal-hal tersebut menjadi upaya untuk membebaskan diri dari struktur lama dan menciptakan struktur baru yang lebih berkeadilan untuk semua orang. 


Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan juga terbuka untuk masyarakat umum. Di akhir kegiatan, salah satu peserta, Ainun Khoirun Nisa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyampaikan pesan dan kesannya, “Webinar hari ini mengambil topik pembicaraan yang sangat bagus dan sangat relate dengan keadaan sekarang, dimana perempuan dianggap lebih rendah dan laki laki dianggap tidak pantas melakukan suatu hal yang biasa dikerjakan oleh perempuan. Webinar ini memberikan wawasan bahwa laki-laki dan perempuan itu sama, tidak ada kesenjangan.”

 

Eksport Artikel

Sebarkan artikel ini